PERAN PEMBELAJARAN SOSIAL-EMOSIONAL (SEL) DALAM MENINGKATKAN REGULASI DIRI DAN SIKAP EMPATI SISWA SEKOLAH DASAR UPT SPF SDN 101808 CANDIREJO

Authors

  • Srianita Srianita UPT SPF SDN 101808 Candirejo

DOI:

https://doi.org/10.61722/jssr.v4i6.13168

Keywords:

Pembelajaran Sosial-Emosional, Regulasi Diri, Empati, Sekolah Dasar, Profil Pelajar Pancasila

Abstract

Pembelajaran Sosial-Emosional (SEL) kini menjadi kerangka kerja penting dalam mendukung perkembangan holistik peserta didik, namun implementasinya di sekolah dasar Indonesia masih beragam dan bukti empiris pada konteks sekolah tertentu masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran pembelajaran sosial-emosional dalam meningkatkan kemampuan regulasi diri dan sikap empati siswa kelas 4 di UPT SPF SDN 101808 Candirejo. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian berjumlah 33 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen catatan perkembangan siswa. Analisis data mengikuti model Miles, Huberman, dan Saldaña meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan lima kompetensi inti SEL kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan bertanggung jawab secara bertahap membantu siswa mengenali dan mengelola emosi, menurunkan respons impulsif, serta mengembangkan kepekaan terhadap perasaan teman. Kendala utama terletak pada keterbatasan pemahaman guru terhadap kerangka kerja SEL dan belum terintegrasinya asesmen sosial-emosional secara sistematis. Penelitian ini berkontribusi memberikan gambaran kontekstual efektivitas SEL di tingkat sekolah dasar serta menegaskan keselarasan antara kompetensi SEL dan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila.

References

Anggraeni, D., Setiawan, B., & Lestari, R. (2024). Pengembangan sikap empati siswa sekolah dasar melalui pendekatan pembelajaran sosial-emosional. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 9(1), 45–58.

Antara, I. M., Sudiana, I. K., & Wibawa, A. P. (2025). Efektivitas pembelajaran sosial-emosional terhadap keterampilan kolaborasi siswa sekolah dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan, 12(2), 112–125.

Baumeister, R. F., & Vohs, K. D. (2018). Self-regulation, ego depletion, and motivation. Educational Psychology Review, 26(2), 187–213.

Brackett, M. A., Bailey, C. S., & Hoffmann, J. D. (2019). Rethinking social and emotional learning: A multidimensional perspective. Educational Researcher, 48(2), 102–109.

CASEL. (2020). Core competencies for social-emotional learning. Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Decety, J., Meidenbauer, K. L., & Cowell, J. M. (2018). The developmental neuroscience of empathy. Current Directions in Psychological Science, 27(3), 252–258.

Domitrovich, C. E., Durlak, J. A., & Weissberg, R. P. (2017). Social and emotional learning for school success. The Future of Children, 27(1), 123–142.

Durlak, J. A., Domitrovich, C. E., & Weissberg, R. P. (2022). Handbook of social and emotional learning: Research and practice. Guilford Press.

Eisenberg, N., Spinrad, T. L., & Valiente, C. (2019). Emotion-related regulation: Conceptualization, research, and implications for education. Educational Psychologist, 54(1), 8–23.

Kemendikbudristek. (2022). Kerangka dasar dan struktur kurikulum merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Mardotilla, S., Husen, A., & Supriyanto, A. (2024). Integrasi nilai budaya lokal dalam pembelajaran sosial-emosional di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 14(3), 210–223.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Nasution, M. A., Sitorus, T., & Saragih, S. (2023). Analisis implementasi pembelajaran sosial-emosional di sekolah dasar negeri di Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 20(2), 89–101.

Nazir, M. (2014). Metode penelitian. Ghalia Indonesia.

Permatasari, D. (2025). Peran iklim kelas dalam memediasi pengaruh pembelajaran sosial-emosional terhadap kesejahteraan siswa sekolah dasar. Jurnal Psikologi Pendidikan, 18(1), 34–47.

Pranata, G., Wulandari, A., & Puspitasari, D. (2025). Pembelajaran sosial-emosional di Indonesia: Tinjauan sistematis tahun 2019–2024. Jurnal Kajian Pendidikan, 16(2), 45–62.

Sibarani, R. S. (2024). Strategi Dalam Membantu Anak yang Mengalami Kesulitan Membaca di Usia Normal Pada Siswa SD. Abdimas Indonesia, 1(2), 26–32. https://doi.org/10.53769/jai.v4i4.920

Spinrad, T. L., Eisenberg, N., & Berkowitz, M. W. (2022). Empathy and prosocial behavior in children. Annual Review of Developmental Psychology, 4, 253–275.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sulisworo, D., & Wahyuningtyas, H. (2019). Pengembangan karakter melalui pembelajaran sosial-emosional di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(2), 145–158.

Willis, D. (2016). The relationship between empathy and self-regulation: A developmental perspective. Journal of Moral Education, 45(4), 419–433.

Wulandari, A., & Puspitasari, D. (2021). Hambatan implementasi pembelajaran sosial-emosional di sekolah dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan, 12(3), 201–214.

Yuniar, L., & Aprilia, S. (2025). Dampak iklim kelas yang suportif terhadap perkembangan sosial-emosional siswa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 15(1), 56–71.

Zins, J. E., & Elias, M. J. (2023). Social and emotional learning: Promoting the positive development of all students. Theory Into Practice, 62(1), 5–18.

Downloads

Published

2026-10-21