HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN ASFIKSIA DI RUANGAN PERINATOLOGI RUMAH SAKIT MURNI TEGUH ERIA PEKANBARU
DOI:
https://doi.org/10.61722/jssr.v4i6.13234Keywords:
Berat Badan Lahir Rendah, Asfiksia Neonatorum, Bayi Baru Lahir, PerinatologiAbstract
Latar Belakang: Asfiksia neonatorum merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada bayi baru lahir. Salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap kejadian asfiksia adalah berat badan lahir rendah (BBLR), karena bayi BBLR memiliki organ vital yang belum matang, terutama sistem pernapasan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berat badan lahir rendah dengan kejadian asfiksia di Ruangan Perinatologi Rumah Sakit Murni Teguh Eria Pekanbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional secara retrospektif. Data sekunder diperoleh dari rekam medis bayi baru lahir periode Januari–Juni 2025. Sampel berjumlah 40 bayi yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar checklist. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, dan karena data tidak berdistribusi normal, uji hubungan menggunakan korelasi Spearman Rho dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil: Sebanyak 16 bayi (40,0%) mengalami BBLR dan 24 bayi (60,0%) memiliki berat badan lahir normal. Bayi yang mengalami asfiksia sebanyak 19 bayi (47,5%), sedangkan 21 bayi (52,5%) tidak mengalami asfiksia. Hasil uji Spearman Rho menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara BBLR dan asfiksia (p = 0,000; r = 0,552) dengan kekuatan hubungan sedang dan arah positif. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara berat badan lahir rendah dengan kejadian asfiksia, sehingga semakin rendah berat badan lahir bayi, semakin tinggi risiko terjadinya asfiksia. Rumah sakit diharapkan meningkatkan deteksi dini risiko BBLR dan kesiapan resusitasi neonatal.
References
Astuti, E., Santiasari, R. N., & Intan, C. (2023). Perawatan Metode Kanguru (Pmk) Berpengaruh Terhadap Perubahan Berat Badan Neonatus Dengan Berat Badan Lahir Rendah (Bblr). Jurnal Kebidanan, 12(1), 16–23.
Gemilastari, R., Zeffira, L., Malik, R., & Septiana, V. T. (2024). Karakteristik bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Scientific Journal, 3(1), 16–26.
Kemenkes RI. (2022). Laporan Riskesdas 2018 Nasional. In Lembaga Penerbit Balitbangkes (p. hal 156).
Khoiriah, A., & Pratiwi, T. (2019). Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir. Jurnal’Aisyiyah Medika, 4(2), 174–188.
Kumalasari, I., & Rusella, Z. (2022). Risiko kejadian asfiksia neonatorum pada persalinan kala II memanjang, air ketuban bercampur mekonium dan usia ibu. Jurnal Keperawatan Suaka Insan (Jksi), 7(2), 91–97.
Layuk, R. R. (2021). Analisis Deskriptif Risiko BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah) Di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. MASOKAN: Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 1(1), 1–11.
Manurung, P., & Helda, H. (2021). Hubungan riwayat komplikasi saat hamil dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di Indonesia. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 4(2), 3.
Melani, S. C., Astuti, D. P., & Jayanti, K. (2025). Berat Badan Lahir dan Hubungannya dengan Kejadian Asfiksia pada Bayi Baru Lahir di RS Puspa Husada Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Jurnal Bidan Srikandi, 3(1), 31–37.
Sari, A. A. P. F. (2023). Hubungan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di RS PKU Muhammadiyah Bantul Yogyakarta. Midwifery Health Journal, 8(2), 1–8.
Sohibien, G. P. D., & Yuhan, R. J. (2019). Determinan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Indonesia: Determinan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di Indonesia. Jurnal Aplikasi Statistika & Komputasi Statistik, 11(1), 1–14.
Vina, E. (2019). Hubungan Paritas dan Berat Bayi Lahir Dengan Kejadian ASFIKSIA Neonatorum Pada Bayi Baru Lahir. Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan, 3(1), 183–192.
WHO. (2023). WHO health workforce support and safeguards list 2023. World Health Organization.
Yuwana, N., Mahmudiono, T., & Rifqi, M. A. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di Indonesia berdasarkan analisa data sekunder SDKI tahun 2017. Media Gizi Kesmas, 11(2), 451–457.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











