HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN RESEP PADA MAHASISWA FAKULTAS HUMANIORA DAN ILMU SOSIAL UNIVERSITAS BALI DWIPA TAHUN 2025

Authors

  • Alisya Jessica Lomi Universitas Bali Dwipa Denpasar
  • I Made Purnadhbrata Universitas Bali Dwipa Denpasar
  • Ni Putu Padmaningsih Universitas Bali Dwipa Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.61722/jssr.v4i3.9959

Keywords:

penggunaan antibiotik, pengetahuan, perilaku, mahasiswa non-kesehatan, resistensi antibiotik

Abstract

Pemakaian antibiotik yang berlebihan serta penyalahgunaan antibiotik oleh masyarakat umum merupakan kontributor utama terhadap meningkatnya resistensi antibiotik, yang merupakan masalah utama dalam kesehatan dunia. Meskipun banyak penelitian menyoroti mahasiswa dan tenaga kesehatan, masih terbatas kajian yang meneliti bagaimana mahasiswa non-kesehatan memahami dan menggunakan antibiotik secara rasional. Studi ini bermaksud guna menganalisa hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik dengan resep dokter pada mahasiswa non-kesehatan di Fakultas Humaniora dan Ilmu Sosial, Universitas Bali Dwipa. Sebanyak 69 partisipan dipilih secara acak dari stratified random sample untuk desain cross-sectional studi kuantitatif ini. Kuesioner yang bisa dipercaya serta baku yang mengukur pengetahuan serta perilaku penggunaan antibiotik dipakai dalam menghimpun data. Variabel yang berhubungan dengan hubungan ditentukan dengan analisa statistik memakai pengujian Chi-Square dengan ambang batas signifikansinya 0,05. Temuan studi memperlihatkan bahwasanya di antara mahasiswa, 40,6% mempunyai pengetahuan yang sedang, 34,8% mempunyai pengetahuan yang tinggi, serta 43,5% bertindak secara bertanggung jawab dalam menggunakan antibiotik. Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara pengetahuan serta perilaku (p = 0,000) dalam pengujian Chi-Square, yang mengindikasikan bahwasanya mereka yang mempunyai pemahaman yang lebih baik memakai antibiotik secara lebih rasional. Dalam hal penggunaan antibiotik secara rasional, pengetahuan adalah kekuatan. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi edukatif bagi mahasiswa non-kesehatan guna meningkatkan literasi kesehatan dan mencegah penyebaran resistensi antibiotik melalui penggunaan obat yang bijak

Author Biographies

Alisya Jessica Lomi, Universitas Bali Dwipa Denpasar

Program Studi Farmasi

I Made Purnadhbrata, Universitas Bali Dwipa Denpasar

Program Studi Farmasi

Ni Putu Padmaningsih, Universitas Bali Dwipa Denpasar

Program Studi Farmasi

References

Angelina, R., & Chandra, Y. (2019). Penyakit infeksi dan tantangan resistensi antibiotik di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Arifin, A., Rahmi, S., & Putri, N. (2022). The effect of health education on student knowledge and behavior in antibiotic use. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(2), 112–120. https://doi.org/10.1234/jkmi.2022.17.2.112

Ayobami, O., Willrich, N., Eckmanns, T., & Markwart, R. (2022). Antibiotic resistance and its global spread: Current trends and public health implications. The Lancet Infectious Diseases, 22(3), 305–317. https://doi.org/10.1016/S1473-3099(21)00557-9

Bolisani, E., & Bratinau, C. (2018). Theories of knowledge management: Foundations and applications. Springer.

Fatmawati, L., & Wahyuningsih, E. (2023). Hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku penggunaan antibiotik di masyarakat perkotaan. Jurnal Ilmiah Farmasi Indonesia, 20(1), 45–53.

Hamdani, A. (2021). Antibiotic stewardship in Indonesia: Challenges and policy directions. Indonesian Journal of Health Policy, 8(2), 67–74.

Hamiru, H., Sari, M., & Yusuf, A. (2024). Hubungan pengetahuan dengan perilaku penggunaan antibiotik pada pasien rawat jalan RSUD Kendari. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Indonesia, 12(1), 23–30.

Handriansyah, R. (2017). Hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik secara rasional di masyarakat. Jurnal Farmasi dan Klinik Indonesia, 6(2), 115–122.

Hartono, A. (2016). Psikologi perilaku kesehatan. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Hidayat, R., & Sari, D. (2021). Pengetahuan sebagai faktor pembentuk perilaku kesehatan masyarakat. Jurnal Psikologi Kesehatan, 14(3), 212–220.

Kadariswantiningsih, S., Wahyono, B., & Yulianto, R. (2025). Prevalensi bakteri penghasil ESBL di Indonesia: Sebuah tinjauan sistematik. Indonesian Journal of Microbiology Research, 10(1), 33–41.

Kemenkes RI. (2021). Pedoman pengendalian resistensi antimikroba di fasilitas pelayanan kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kirana, S., Dewi, P., & Lestari, I. (2022). Hubungan pengetahuan dengan perilaku penggunaan antibiotik pada mahasiswa kedokteran. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 8(2), 77–84.

Kusuma, R., Astuti, M., & Rahmad, D. (2024). Development and validation of antibiotic use behavior questionnaire among university students. Asian Journal of Pharmacy and Health Sciences, 14(1), 56–63.

Madania, R., Putri, E., & Wulandari, D. (2022). Global antimicrobial resistance: A growing health threat. Global Health Journal, 6(4), 215–223. https://doi.org/10.1016/j.glohj.2022.05.003

Mailuhuw, R., Susanto, N., & Rahman, M. (2023). Prinsip penggunaan antibiotik rasional di layanan primer. Jurnal Farmasi dan Kesehatan Masyarakat, 9(1), 14–21.

Marjoni, & Yusman, E. (2017). Farmakologi dasar untuk tenaga kesehatan. Yogyakarta: Deepublish.

Nirman, H. (2017). Teori perilaku kesehatan masyarakat. Bandung: Alfabeta.

Nisa, F. (2019). Antibiotik dan penggunaannya dalam pengobatan infeksi. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia, 8(1), 34–40.

Pavyde, E., Veikutis, V., Maciulaitis, R., & Maciulaitis, R. (2015). Public knowledge, beliefs, and behavior on antibiotic use and self-medication in Lithuania. International Journal of Environmental Research and Public Health, 12(6), 7002–7016. https://doi.org/10.3390/ijerph120607002

Permatasi, R., Prasetyo, B., & Laila, N. (2023). Pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap penggunaan antibiotik rasional. Jurnal Farmasi Klinis Indonesia, 11(2), 91–98.

Pratiwi, R. (2018). Farmakoterapi modern: Panduan penggunaan antibiotik rasional. Surabaya: Airlangga University Press.

Putra Syah, A., Yuliani, N., & Wibowo, D. (2019). Mekanisme molekuler resistensi antibiotik pada bakteri gram-negatif. Jurnal Bioteknologi Indonesia, 24(3), 145–152.

Putri, A. (2018). Faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan kesehatan pada remaja. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 10(1), 55–63.

Rahmadhaningtyas, E. (2022). Implementasi program antibiotic stewardship di rumah sakit. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 9(3), 134–141.

Sianturi, S. (2021). Pengaruh usia, pendidikan, dan pengalaman terhadap pengetahuan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosial dan Humaniora, 15(2), 88–96.

Sugihantoro, B., Puspitasari, A., & Hadi, S. (2020). Tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik di masyarakat urban. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 8(2), 102–110.

Susanto Budi Setiyo, R., Putra, I., & Dewi, E. (2021). Hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik di kalangan mahasiswa. Jurnal Ilmiah Kesehatan Indonesia, 9(3), 118–126.

Syafridah, D. (2022). Efektivitas antibiotik dalam pengendalian infeksi bakteri. Jurnal Farmasi dan Imunologi, 7(1), 11–19.

WHO. (2022). Global antimicrobial resistance and use surveillance system (GLASS) report 2022. World Health Organization.

Yunita, I., Prasetyo, F., & Handayani, M. (2021). The relationship between knowledge and rational antibiotic use among pharmacy students. International Journal of Health Science and Research, 11(9), 95–102.

Yunitasari, D., & Sofyan, A. (2019). Metodologi penelitian kesehatan: Pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Jakarta: Salemba Medika.

Zainudin, A., Kusumawardani, D., & Widodo, S. (2023). Dampak resistensi antibiotik terhadap outcome klinis pasien rumah sakit. Jurnal Epidemiologi dan Kesehatan Indonesia, 14(2), 177–185.

Downloads

Published

2026-05-09

Issue

Section

Articles