https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jssr/issue/feedJOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH2026-07-19T12:41:10+00:00Open Journal Systems<p><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.87); font-family: 'Noto Serif', -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-indent: 0px; text-transform: none; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; white-space: normal; background-color: #ffffff; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; display: inline !important; float: none;">Jurnal Sains Student Research <strong>(JSSR)</strong>, ISSN: (cetak), ISSN: (online) adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah . Jurnal Sains Student Research <strong>(JSSR) </strong></span><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.87); font-family: 'Noto Serif', -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-indent: 0px; text-transform: none; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; white-space: normal; background-color: #ffffff; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; display: inline !important; float: none;">merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Ilmu Komunikasi, Hukum. Jurnal ini terbit 1 tahun </span>6 kali<strong> (Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, Desember)</strong></p>https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jssr/article/view/11885PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI BENSON DALAM UPAYA STABILISASI KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MILITUS DI RUANG ARAFAH RUMAH SAKIT UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN 2026-07-08T02:55:34+00:00Hanindya Riefki Kumala Devihanindyaariefki@gmail.comSriyatihanindyaariefki@gmail.com<p><em>Diabetes Mellitus (DM)</em><em> is a chronic metabolic disease characterized by hyperglycemia due to impaired insulin secretion, where unmanaged instability of blood glucose levels can trigger various serious complications. One non-pharmacological intervention that can be used to help stabilize blood sugar is the Benson relaxation technique, which combines deep breathing relaxation with elements of belief or spirituality. This final nursing scientific paper aims to analyze the application of the Benson relaxation technique in an effort to stabilize blood glucose levels in patients with Diabetes Mellitus through a nursing care approach. The method used was a case study of a DM patient experiencing blood glucose instability, with the intervention carried out over 3 days, lasting 15–20 minutes per session. The evaluation results showed that after routine intervention, there was a reduction and stabilization of the patient's random blood glucose levels, as well as an increased sense of calm and relaxation. This reduction occurs because Benson relaxation can suppress sympathetic nervous system activity and reduce the production of cortisol, a hormone involved in gluconeogenesis. In conclusion, the Benson relaxation technique is effective as a complementary therapy in the management of Diabetes Mellitus patients. Nurses are encouraged to integrate this technique into independent nursing care to help manage patients' blood glucose holistically.</em></p>2026-07-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCHhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jssr/article/view/11872Analisis Kasus Bias Gender pada Algoritma Rekrutmen Amazon2026-07-07T15:33:28+00:00Evy Nurmiatievy.nurmiati@uinjkt.ac.idMuhammad Fathir Rizkimuhammad.fathirrizki24@mhs.uinjkt.ac.id<p>Artikel ini menginvestigasi fenomena bias algoritmik melalui analisis kritis terhadap kegagalan alat rekrutmen eksperimental berbasis <em>Artificial Intelligence</em> (AI) yang dikembangkan oleh Amazon pada periode 2014 hingga 2017. Menggunakan metode Studi Kasus Deskriptif Kualitatif yang didasarkan pada tinjauan literatur secara sistematis, penelitian ini bertujuan membongkar mitos "netralitas teknologi" yang sering dilekatkan pada instrumen otomasi evaluasi kandidat pekerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa arsitektur algoritma rekrutmen Amazon mengalami kegagalan komputasional dan etis akibat dilatih menggunakan data historis <em>Curriculum Vitae</em> (CV) selama 10 tahun yang secara dominan merepresentasikan kelompok laki-laki. Kondisi ini secara implisit memicu sistem pembelajaran mesin untuk mendegradasi proksi variabel yang berasosiasi dengan perempuan, mereplikasi ketimpangan gender struktural yang telah mengakar. Selain menelaah kronologi teknis pembentukan bias, artikel ini turut mengevaluasi implikasi sistem sosioteknis melalui analisis tingkat transparansi algoritmik (<em>Three-Level Transparency Framework</em>) dan membedah anomali regulasi perlindungan data yang disebut <em>The GDPR Paradox</em>, di mana instrumen privasi justru berpotensi mematikan ruang audit untuk keadilan algoritma. Kesimpulannya, bias AI dalam rekrutmen Amazon bukanlah sekadar anomali atau galat komputasi, melainkan manifestasi dari patologi sosial sosiologis yang gagal diisolasi oleh pengembangnya. Tata kelola data yang ketat dan intervensi manusia (<em>human-in-the-loop</em>) mutlak diperlukan untuk mencegah diskriminasi algoritmik</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCHhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jssr/article/view/11918PENERAPAN TEKNIK AKUPRESUR TERHADAP PENURUNAN NYERI PASCA OPERASI SECTIO CAESAREA2026-07-08T15:19:14+00:00Nur Insani Muslimahnurinsanimuslimah31@gmail.comDiah Nur Anisanurinsanimuslimah31@gmail.com<p><em>Post-cesarean section (CS) pain is a common problem experienced by mothers due to tissue trauma at the surgical incision site. Unmanaged pain can hinder early mobilization, the breastfeeding process, and slow the patient’s recovery. One non-pharmacological therapy that can be used to help reduce pain is acupressure. The purpose of this study is to describe the application of acupressure therapy in reducing pain intensity in post-cesarean section patients. This study employed a descriptive case study method using a nursing process approach on a post-cesarean section patient at ‘Aisyiyah Muntilan Hospital. The intervention consisted of acupressure therapy applied to the LI4 and P6 points on the hands and the SP6 point on the inner side of the foot for 15–20 minutes, administered in the morning and afternoon for two consecutive days. Evaluation was conducted using the Numeric Rating Scale (NRS). Following the application of acupressure therapy, there was a reduction in pain intensity from a score of 6 to 5 on the first day and further decreased to a score of 3 on the second day. The application of acupressure techniques in post-cesarean section patients can help reduce pain intensity, enhance relaxation, and provide comfort during the recovery period. Acupressure techniques can serve as an effective, safe, and easily implemented nonpharmacological nursing intervention in the management of pain in post-cesarean section patients.</em></p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCHhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jssr/article/view/11689PERANCANGAN SKEMA DISTRIBUSI DEPOT AIR MINUM BERBASIS MODEL TRANSPORTASI UNTUK MINIMASI BIAYA OPERASIONAL2026-07-01T17:34:10+00:00Fauzi RahmatullahFauzi@gmail.comZenia Amartizeniaamarti@gmail.com<p>Efektivitas dan efisiensi sistem distribusi merupakan aspek penting dalam mengoptimalkan biaya <br>produksi dan kualitas pelayanan, khususnya pada industri depot air minum isi ulang yang memiliki tingkat <br>persaingan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode optimasi <br>transportasi, yaitu Vogel’s Approximation Method (VAM) dan Modified Distribution Method (MODI). <br>Kedua metode tersebut digunakan untuk mengevaluasi kondisi biaya distribusi saat ini serta <br>mengidentifikasi peluang penghematan biaya transportasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan <br>model transportasi yang tepat mampu menurunkan biaya distribusi secara signifikan tanpa mengurangi <br>kualitas layanan. Selain itu, penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi data logistik yang akurat serta <br>pemanfaatan teknologi guna mendukung proses pengambilan keputusan dalam sistem distribusi.</p>2026-07-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCHhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jssr/article/view/12049 PEMBAGIAN ASET HARTA BENDA SEBELUM MENINGGAL DUNIA PERSPEKTIF SADD AL-DHARĪ’AH2026-07-14T09:44:38+00:00Dimas Maulana Jaka Perdanadimasmjp21@gmail.comMuhammad Muhammadmuhammad@gmail.com<p><em>The distribution of family property is often a sensitive issue because it has the potential to create disputes among heirs, particularly after the death of the parents. In social practice, the distribution of property during the owner’s lifetime is frequently used as an alternative mechanism to maintain family harmony and prevent future inheritance conflicts. This phenomenon is also found in the community of Sogaan Village, Pakuniran District, Probolinggo Regency, where hibah is practiced as a means of distributing assets before death. This study aims to analyze the practice of distributing assets prior to death and to examine it from the perspective of sadd al-dharī‘ah in Islamic law. The study employs an empirical juridical method with a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed descriptively and analytically. The findings reveal that the people of Sogaan Village regard hibah as an alternative method of property distribution to prevent disputes among heirs after the death of the parents. The practice is carried out through family deliberation and is based on considerations of benefit and the condition of each recipient. From the perspective of Islamic law, this practice is substantively more appropriate to be categorized as hibah rather than inheritance, since it is conducted while the property owner is still alive. The analysis based on the concept of sadd al-dharī‘ah shows that the practice may be understood as a preventive measure to close the possibility of mafsadah in the form of family conflict. Therefore, the distribution of assets during one’s lifetime in Sogaan Village may be considered consistent with the objectives of Islamic law in realizing maslahah, as long as it is carried out voluntarily, transparently, mutually agreed upon, and in accordance with the principle of justice</em></p>2026-07-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCHhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jssr/article/view/11949Analisis Kualitatif Kandungan Merkuri dalam Sediaan Kosmetik2026-07-09T15:05:39+00:00Rifani Hutami Supardihutamirifani@gmail.comSekar Ayu Pratiwisekarpratiwi222@gmail.comSalwa Arini Ganihutamirifani@gmail.comBunga Djumaatihutamirifani@gmail.comNaysila Ayriza Neuhutamirifani@gmail.comSiti Magfira Yusuphutamirifani@gmail.comWulan Dwi Makaminanhutamirifani@gmail.com<p>Merkuri merupakan logam berat berbahaya yang dilarang penggunaannya dalam sediaan kosmetik karena dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti iritasi kulit, kerusakan ginjal, gangguan sistem saraf, hingga efek toksik akibat akumulasi dalam tubuh. Meskipun demikian, masih ditemukan produk kosmetik yang diduga mengandung merkuri sehingga diperlukan pengujian untuk menjamin keamanan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara kualitatif kandungan merkuri pada sediaan kosmetik menggunakan metode reaksi warna dengan pereaksi Kalium Iodida (KI) 0,5 N. Sampel kosmetik FYC–Yessica's 6IN1 Crystal Glowing Cream With SPF 30 didestruksi menggunakan aqua regia, kemudian filtrat yang diperoleh direaksikan dengan larutan KI 0,5 N. Hasil positif ditandai dengan terbentuknya endapan merah jingga sebagai indikasi terbentuknya merkuri iodida (HgI₂). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penambahan pereaksi KI 0,5 N, larutan sampel berwarna kuning bening hingga kuning pucat, tetap jernih, dan tidak terbentuk endapan merah jingga. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sampel memberikan hasil negatif terhadap kandungan merkuri secara kualitatif. Dengan demikian, berdasarkan metode reaksi warna yang digunakan, sampel kosmetik yang diuji tidak terindikasi mengandung merkuri sehingga relatif aman dari aspek kandungan logam berat tersebut. Metode uji kualitatif menggunakan pereaksi KI 0,5 N dapat dimanfaatkan sebagai skrining awal yang sederhana, cepat, dan mudah dalam mendeteksi keberadaan merkuri pada produk kosmetik sebelum dilakukan analisis lanjutan menggunakan metode instrumental.</p>2026-07-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCHhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jssr/article/view/11981Prinsip Al-Qur’an dalam menanamkan nilai-nilai spiritual kepada anak: Kajian Tematik kisah Nabi Musa dalam surah Al-Qashash2026-07-11T02:17:53+00:00Khoirotul Jannahkhayrjannah03@gmail.com<p>The challenge of instilling spiritual values in children, such as the lack of effective methods for Islamic character education and the negative impact of technology, often hinders the formation of Islamic character. This study aims to explore the spiritual values in the story of Prophet Musa in Surah Al-Qasas and identify relevant Qur'anic principles. The method employed is a literature review with a thematic exegesis approach, using Al-Maraghi's tafsir to descriptively analyze related verses. The findings reveal spiritual values such as trust in Allah (tawakkal), sincerity (ikhlas), compassion (rahmah), and belief in Allah's promises, as well as key principles like divine communication, value transmission through exemplary behavior, integration of faith and action, and wisdom in decision-making. These values and principles are relevant for application in Islamic character education in the modern era to cultivate a generation with strong faith and character based on Islamic values. Overall, the story of Prophet Musa provides significant guidance in shaping Islamic character in today's generation.</p>2026-07-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCHhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jssr/article/view/11998SAFETY AND CONFIDENTIALITY OF PATIENT DATA IN ELECTRONIC MEDICAL RECORD SYSTEMS2026-07-11T13:54:33+00:00Reliana Cristiana de Jesusrelianacristianadejesus@gmail.comAulia Nur’ainirelianacristianadejesus@gmail.comAdeleo Ariko Verdiansyahrelianacristianadejesus@gmail.comAmalia Fajriyatun Sholihahrelianacristianadejesus@gmail.comRenata de Araujorelianacristianadejesus@gmail.comAhmad Sunandarrelianacristianadejesus@gmail.com<p><em>The development of information technology has brought great changes in health services, one of which is through the implementation of the Electronic Medical Record System (RME). The use of RME provides various advantages, such as ease of information access, increased service efficiency, and reduced use of paper-based documents. However, behind these benefits there are challenges related to the security and confidentiality of patient data. Health data is private and very sensitive information so it requires maximum protection from various threats, such as data leakage, unauthorized access, data manipulation, and cyber attacks. This article aims to examine the importance of the security and confidentiality of patient data in the electronic medical record system, identify threats that can occur, and explain various efforts that can be made to maintain the security of health information. This research uses the literature study method by analyzing various national and international journals, books, and regulations that apply in Indonesia. The results of the study show that the implementation of information security technology combined with compliance with regulations and improving human resource competence is the main factor in maintaining the confidentiality of patient data.</em></p>2026-07-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCHhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jssr/article/view/12097Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Dismenore Primer pada Remaja Putri di SMP Negeri 5 Kota Langsa2026-07-15T12:10:01+00:00Nurhayati Nurhayatinur130997@gmail.comIrma Hartatinur130997@gmail.comMailisna Mailisnanur130997@gmail.com<p><em>According to the World Health Organization (WHO), the incidence of dysmenorrhea is quite high worldwide. The average incidence of dysmenorrhea in young women is between 16.8-81%. The prevalence of dysmenorrhea in Indonesia is 64%, consisting of 54.89% primary dysmenorrhea and 9.36% secondary dysmenorrhea. One effective way to prevent dysmenorrhea is by doing physical activity such as exercise. This study was conducted to determine the relationship between physical activity and the incidence of primary dysmenorrhea in adolescent girls at SMP Negeri 5 Langsa City. This study is an analytic study with a cross-sectional nature. The population in this study were all adolescent girls at SMP Negeri 5 Langsa 186, the number of samples was 65 samples with the sampling technique carried out by Proportional Stratified Random Sampling. Data analysis was carried out using univariate and bivariate analysis using the Chi-Square test. The results showed that of the 65 respondents, the majority (37 respondents) had low levels of physical activity. The results of the study showed that the incidence of dysmenorrhea in adolescent girls was mostly moderate (26 respondents (40%), and the physical activity of adolescent girls was mostly in the low category (40 respondents (61.5%). There was a relationship between physical activity and the incidence of dysmenorrhea in adolescent girls with a p-value of </em><em>0.000 (p<0.05). The results of this study can be used as a policymaker to increase activities that can increase physical activity in adolescents by increasing extracurricular hours and educating adolescent girls about the importance of physical activity in reducing primary dysmenorrhea</em><em>.</em></p>2026-07-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCHhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jssr/article/view/12099ARAHAN PENGEMBANGAN PELAYANAN TERMINAL BINAYA KOTA MASOHI2026-07-15T12:22:19+00:00Kezia Julia Lappykezialappy14@gmail.comPieter Th. Berhitukezialappy14@gmail.comFienkan L.S Dumalangkezialappy14@gmail.com<p><em>Binaya Terminal is a Type C terminal that functions as a land transportation hub in Masohi City, Central Maluku Regency. The terminal's existing condition shows non-compliance with facility standards under Minister of Transportation Regulation No. 24 of 2021, in both main and supporting facilities. Public perception of terminal services also tends to be low, particularly in the aspects of comfort, information availability, and facility adequacy. This study aims to identify the existing condition of terminal facilities, analyze public perception of services, and formulate a service-development direction for Binaya Terminal. The study used a mixed-methods approach, combining field observation and regulatory review for qualitative analysis with a questionnaire distributed to 100 terminal-user respondents for quantitative analysis. Perception data were analyzed using a Likert scale and Importance-Performance Analysis (IPA) across 23 indicators within 6 aspects, while the development direction was formulated using quantitative SWOT analysis based on the IFAS–EFAS matrix. Results show that some main and supporting facilities are available but do not yet meet Type C terminal service standards. The IPA results placed 8 of 23 items in Quadrant I (top development priority), with the lowest suitability level (TKi) found in medical-room facilities (39.75%) and departure/arrival information systems (45.25%). The SWOT analysis produced coordinates (–0.26 ; +0.51), placing Binaya Terminal in Quadrant II of the SWOT diagram with a recommended Turn Around (WO) strategy. The resulting development direction covers physical quality improvement, strengthening of security and safety systems, provision of digital information media, vehicle-circulation reorganization, and improvement of terminal service management, to be implemented in three development phases toward Type B terminal status by 2032.</em></p>2026-07-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCHhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jssr/article/view/12062PENETAPAN KADAR ASAM SALISILAT DENGAN METODE ALKALIMETRI2026-07-14T13:32:29+00:00Rifani Hutami Supardihutamirifani@gmail.comRosalina Husalekarosalinahusaleka@gmail.comAjeng Dwi Cahayucahayuajeng8@gmail.comDini Amaliacahayuajeng8@gmail.comShalwa Inayah Isimacahayuajeng8@gmail.com<p>Penetapan kadar zat aktif merupakan salah satu tahapan penting dalam pengendalian mutu sediaan farmasi dan kosmetik untuk menjamin keamanan, kualitas, dan efektivitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar asam salisilat dalam sampel bedak menggunakan metode alkalimetri serta membandingkan hasilnya dengan persyaratan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Metode yang digunakan adalah titrasi alkalimetri menggunakan larutan baku natrium hidroksida (NaOH) yang terlebih dahulu dibakukan dengan kalium biftalat (KHP), sedangkan titik akhir titrasi ditentukan menggunakan indikator fenolftalein. Sampel dilarutkan dalam etanol yang telah dinetralkan dan dititrasi hingga terjadi perubahan warna menjadi merah muda. Hasil pembakuan menunjukkan normalitas larutan NaOH sebesar 0,0816 N. Penetapan kadar asam salisilat pada sampel bedak menghasilkan kadar sebesar 3,067%, sehingga melebihi batas maksimum yang diizinkan BPOM untuk sediaan kosmetik, yaitu 2%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sampel belum memenuhi persyaratan keamanan. Perbedaan hasil dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti penetralan etanol yang kurang sempurna, kesalahan pembacaan buret, serta ketidaktepatan dalam menentukan titik akhir titrasi. Oleh karena itu, metode alkalimetri dapat digunakan untuk penetapan kadar asam salisilat, namun pelaksanaannya harus dilakukan secara teliti agar diperoleh hasil yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan</p>2026-07-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCHhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jssr/article/view/12133Penerapan Relaksasi Otot Progresif terhadap Ketidakstabilan Kadar Gula Darah pada Pasien Hiperglikemia di Bangsal Musdalifah RS UAD2026-07-17T14:53:26+00:00Schatzi Fiore Salsabillaschatzifioresa@gmail.comSriyati Sriyatisriyati@unisayogya.ac.id<p><strong><em>Background:</em></strong><em> Diabetes mellitus is a chronic disease characterized by blood glucose levels that exceed normal values; hyperglycemia can cause damage to various organ systems that are life-threatening. <strong>Objective:</strong> This study is to apply progressive muscle relaxation to the instability of blood sugar levels in hyperglycemic patients. <strong>Method:</strong> The method used is a qualitative approach with a descriptive case study design through assessment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation of nursing care using observation and documentation. <strong>Results:</strong> The application of progressive muscle relaxation resulted in relaxation of body organs with insufficient oxygen supply to the blood, and the patient reported feeling more relaxed and no longer feeling weak in the body organs. <strong>Conclusion:</strong> Based on the assessment conducted on Mrs. A, the results showed that Mrs. A felt easily thirsty and frequently urinated, appeared lethargic and pale, vital signs: BP 137/75 mmHg, HR 88x/min, T 36°C, SpO2 99%, and RBS 285 mg/dL.</em></p>2026-07-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCHhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jssr/article/view/12088PENETAPAN KADAR ASETOSAL DENGAN METODE ASIDI-ALKALIMETRI2026-07-15T07:05:57+00:00Rifani Hutami Supardihutamirifani@gmail.comFelisity Glory Hippihutamirifani@gmail.comNaysila Tampolohutamirifani@gmail.comAlisya Halizahhutamirifani@gmail.comDeanisyah Suruhamahutamirifani@gmail.com<p>Penetapan kadar zat aktif merupakan salah satu tahapan penting dalam pengendalian mutu sediaan farmasi untuk menjamin keamanan, efektivitas, dan kualitas obat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar asetosal dalam sediaan tablet menggunakan metode asidi-alkalimetri serta memberikan pemahaman mengenai penerapan analisis kuantitatif dalam pengujian mutu obat. Metode yang digunakan adalah titrasi balik (back titration), yaitu mereaksikan sampel asetosal dengan larutan natrium hidroksida (NaOH) berlebih, kemudian menitrasi sisa NaOH menggunakan larutan baku asam klorida (HCl) dengan indikator fenolftalein. Percobaan juga dilakukan terhadap larutan blanko sebagai pembanding. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa volume HCl yang digunakan pada sampel sebesar 10,3 mL, sedangkan pada blanko sebesar 12,6 mL. Selisih volume tersebut menunjukkan bahwa sebagian NaOH telah bereaksi dengan asetosal sehingga kadar zat aktif dapat ditentukan melalui perhitungan titrimetri. Titik akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna larutan dari merah muda menjadi tidak berwarna. Metode asidi-alkalimetri terbukti sederhana, cepat, dan memiliki ketelitian yang baik apabila seluruh tahapan analisis dilakukan sesuai prosedur. Ketelitian dalam penimbangan sampel, pembacaan buret, pemanasan, serta penentuan titik akhir titrasi menjadi faktor penting yang memengaruhi keakuratan hasil penetapan kadar. Hasil analisis selanjutnya dapat dibandingkan dengan persyaratan Farmakope Indonesia sebagai dasar penilaian mutu sediaan tablet asetosal</p>2026-07-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCHhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jssr/article/view/12103Analisis Kuantitatif Asam Salisilat Pada Sediaan Bedak Menggunakan Metode Titrasi Alkalimetri2026-07-15T14:29:04+00:00Rifani Hutami Supardihutamirifani@gmail.comPutri Tsabitah Reyhanhutamirifani@gmail.comMufidah Harunhutamirifani@gmail.comRastika Dwi Faiza Kuyotokhutamirifani@gmail.comRico Hermanses Josephhutamirifani@gmail.comRosmala Musahutamirifani@gmail.comSyahrany Aulya Karimhutamirifani@gmail.com<p>Asam salisilat merupakan salah satu bahan aktif yang banyak digunakan dalam sediaan farmasi topikal karena memiliki aktivitas keratolitik dan antimikroba. Ketepatan kadar asam salisilat perlu dikendalikan untuk menjamin mutu, keamanan, dan efektivitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kuantitatif asam salisilat pada sediaan bedak menggunakan metode titrasi alkalimetri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang diawali dengan pembakuan larutan natrium hidroksida (NaOH) menggunakan kalium hidrogen ftalat (KHP) sebagai baku primer, kemudian dilanjutkan dengan penetapan kadar asam salisilat menggunakan indikator fenolftalein. Analisis dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan (triplo). Hasil pembakuan menunjukkan bahwa larutan NaOH memiliki normalitas sebesar 0,1036 N. Volume NaOH yang digunakan pada tiga kali titrasi berturut-turut adalah 21,0 mL, 20,9 mL, dan 21,0 mL dengan volume rata-rata 20,97 mL. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh kadar asam salisilat sebesar 2,00%, sesuai dengan kadar yang tercantum pada etiket produk. Berdasarkan hasil penelitian, metode titrasi alkalimetri menunjukkan kinerja analisis yang baik dalam penetapan kadar asam salisilat, yang ditunjukkan oleh normalitas titran yang memenuhi kebutuhan analisis, konsistensi hasil pengulangan, serta kesesuaian kadar asam salisilat yang diperoleh dengan kadar yang tercantum pada etiket produk.</p>2026-07-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCHhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jssr/article/view/12116ANALISIS KUANTITATIF KADAR KANDUNGAN ASETOSAL DENGAN METODE ASIDI-ALKALIMETRI2026-07-16T15:21:58+00:00Rifani Hutami Supardihutamirifani@gmail.comSekar Ayu Pratiwihutamirifani@gmail.comTatia Anastasya Mokogintahutamirifani@gmail.comNur Zulhijah Mangantikuhutamirifani@gmail.comNi Luh Iswari Aryahutamirifani@gmail.comDhea Alfazri Aznai Hamzahhutamirifani@gmail.comUmmuhani Taherhutamirifani@gmail.com<p>Pengendalian mutu sediaan farmasi memerlukan metode analisis kuantitatif yang akurat untuk memastikan kadar zat aktif sesuai dengan standar farmakope. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar asetosal dalam sediaan tablet menggunakan metode asidi-alkalimetri sebagai salah satu metode titrimetri yang sederhana, ekonomis, dan mudah diterapkan dalam laboratorium. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan prinsip titrasi balik (<em>back titration</em>), yaitu mereaksikan sampel asetosal dengan larutan natrium hidroksida (NaOH) berlebih, kemudian menentukan sisa basa melalui titrasi menggunakan larutan baku asam klorida (HCl). Data diperoleh dari pengamatan volume titran pada sampel dan blanko, kemudian dihitung untuk menentukan kadar asetosal berdasarkan prinsip stoikiometri reaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume HCl yang digunakan pada titrasi sampel sebesar 7,0 mL, sedangkan pada blanko sebesar 15,8 mL. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh kadar asetosal sebesar 158,54 mg atau setara dengan 379,43 mg per tablet. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan kadar yang tertera pada etiket sehingga mengindikasikan adanya kemungkinan kesalahan analisis, seperti ketidaktepatan penimbangan sampel, pembacaan buret, pembakuan larutan standar, maupun penentuan titik akhir titrasi. Meskipun demikian, metode asidi-alkalimetri mampu menggambarkan prinsip analisis kuantitatif asetosal dengan baik dan masih relevan digunakan sebagai metode pengujian rutin maupun praktikum karena memiliki prosedur yang sederhana, biaya rendah, dan ketelitian yang memadai apabila dilakukan sesuai prosedur.</p>2026-07-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCHhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jssr/article/view/12128Penetapan Kadar Asam Salisilat dengan Metode Alkalimetri2026-07-17T09:18:53+00:00Rifani Hutami Supardihutamirifani@gmail.comPutri Nabila Assegafhutamirifani@gmail.comKetrin Oliviahutamirifani@gmail.comPuja Wakaduhutamirifani@gmail.comAmelia Hakamathutamirifani@gmail.comFitra Bentelu Syamsuddinhutamirifani@gmail.com<p>Penetapan kadar zat aktif merupakan salah satu tahapan penting dalam pengendalian mutu sediaan farmasi untuk menjamin keamanan, mutu, dan efektivitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar asam salisilat dalam sampel bedak menggunakan metode alkalimetri serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan persyaratan yang berlaku. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode titrasi asam-basa dengan larutan baku natrium hidroksida (NaOH) yang terlebih dahulu dibakukan menggunakan kalium hidrogen ftalat (KHP). Sampel dilarutkan dalam etanol yang telah dinetralkan, kemudian dititrasi menggunakan indikator fenolftalein hingga tercapai titik akhir yang ditandai dengan perubahan warna merah muda stabil. Hasil pembakuan menunjukkan normalitas larutan NaOH sebesar 0,0816 N, sedangkan penetapan kadar menghasilkan kadar asam salisilat sebesar 3,86%, lebih tinggi daripada batas maksimum yang ditetapkan BPOM untuk kosmetik, yaitu 2%. Perbedaan hasil diperkirakan dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti penetralan etanol yang belum optimal, ketelitian dalam pembacaan buret, penentuan titik akhir titrasi, homogenitas sampel, serta kondisi larutan baku. Meskipun demikian, metode alkalimetri terbukti sederhana, ekonomis, dan mampu memberikan hasil analisis yang baik apabila seluruh prosedur dilakukan secara tepat. Oleh karena itu, metode ini masih relevan digunakan sebagai metode analisis kuantitatif dalam pengendalian mutu sediaan farmasi yang mengandung asam salisilat.</p>2026-07-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCHhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jssr/article/view/12154Analisis Kualitatif Hidrokuinon Pada Sediaan Kosmetik Body Lotion di Pasar 45 Manado Sulawesi Utara2026-07-19T12:41:10+00:00Rifani Hutami Supardihutamirifani@gmail.comIman Iswantohutamirifani@gmail.comNesa Sari Pengahutamirifani@gmail.comAmanda Uparahutamirifani@gmail.comAgnes Verensia Merentekhutamirifani@gmail.comSatria Tidorehutamirifani@gmail.comSyukri Lengkedehutamirifani@gmail.com<p>Keinginan masyarakat untuk memiliki kulit cerah secara instan meningkatkan peredaran kosmetik pemutih, yang sayangnya memicu penyalahgunaan bahan berbahaya seperti hidrokuinon. Hidrokuinon bekerja sebagai agen depigmentasi dengan menghambat enzim tirosinase, namun penggunaan tanpa pengawasan dapat memicu efek samping serius seperti iritasi, ochronosis, hingga potensi karsinogenik. Oleh karena itu, pengawasan mutu melalui analisis kimia pada kosmetik yang beredar luas di pasaran sangat krusial untuk menjamin keamanan konsumen</p>2026-07-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH