Strategi PPh 25 dalam Menghadapi Volatilitas Pasar 2026
DOI:
https://doi.org/10.61722/jaem.v3i3.11179Keywords:
Income Tax Article 25, market volatility, tax planning, cash flow management, tax digitalization, Income Tax Article 25, market volatility, tax planning, cash flow management, tax digitalizationAbstract
Increasing market volatility in 2026 due to global economic dynamics, interest rate changes, exchange rate fluctuations, and technological disruption will require companies to be more adaptive in managing their tax obligations, particularly Income Tax Article 25 (PPh 25). This study aims to analyze effective PPh 25 management strategies in the face of market uncertainty and to maintain corporate financial stability. The results indicate that PPh 25 management can no longer be carried out conventionally based on historical data but must be dynamic and adaptive to market conditions. Key strategies that can be implemented include requests for installment reductions (downsizing), fiscal sensitivity analysis, implementation of real-time data-based tax planning, integration of cash flow management into tax payments, diversification of revenue sources, and utilization of tax digitalization. The implementation of these strategies has been proven to reduce the risk of mismatch between the tax burden and the company's actual financial condition, while simultaneously improving tax efficiency and compliance. In conclusion, Income Tax Article 25 (PPh 25) should be viewed as a strategic instrument in corporate financial risk management, not simply an administrative obligation. An integrated approach between tax planning, financial management, and technology utilization is key to maintaining business sustainability amid market volatility in 2026.
References
Ananda, S., & Rahayu, P. (2026). Tantangan Pemungutan Pajak Atas Transaksi E-Commerce Di Era Digital : Studi Implementasi Marketplace Sebagai Pemungut PPh Pasal 22. 02(03), 359–362.
Burhan, I., Den K, V., & Zherawati. (2022). Analisis Penerapan Perencanaan Pajak (Tax Planning) PPH Pasal 25 dalam Upaya Peningkatan Efisiensi Beban Pajak Penghasilan pada PT XYZ. Analisa Akuntansi Dan Perpajakan, 6, 1–13.
Fitri, R., Anggraeni, D., Hasanah, N., Pahala, I., & Wahono, P. (2025). Kajian Terhadap Undang-Undang No 7 Tahun 2021 Tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. 8(7), 1896–1900.
Ghina, A., Fadhilah, A. T., Hafsari, E. I., & Padjadjaran, U. (2020). INTENSIFIKASI PAJAK DALAM PENERIMAAN PAJAK. 4(3), 63–73.
Hisam, M. (2024). Menavigasi Volatilitas Pasar : Wawasan Tentang Instrumen Keuangan dan Stategi Investasi. 02(April), 315–328.
Ilmiah, J., Januari, N., Agung, A., Diana, L., Yasa, I. N. P., Pradnyana, P. Y., Akuntansi, P. S., Akuntansi, J., Ekonomi, F., & Ganesha, P. (2025). Digital Tax Literacy terhadap Kepatuhan Wajib Pajak penting , mencakup sector perpajakan . Transformasi digital memungkinkan proses perpajakan. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Kewirausahaan, 4.
Nabila, D., Devita, Harahap, L., & Vientiany, D. (2024). Pengaruh Kualitas Pelayanan Perpajakan , Dan Sanksi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. 2(7), 227–238.
Priharto, S. (2025). Downsizing Adalah? Ini Manfaat, Dampak, Cara Mengatasinya. Ajihub.
Putri Pamungkas, R., Wijaya, A., & Nofitasari, S. (2026). Efektivitas Digitalisasi Administrasi Perpajakan Melalui Coretax pada Instansi Pemerintah Badan Nasional Penanggulangan Bencana Jakarta. 11.
Zanjabila, H. A., Masfanur, L., Khairunnisa Agustin, A., & Vientiany, D. (2024). Pajak penghasilan pasal 24 dan pasal 25. 1(3), 596–606.











