KAIDAH POKOK KULLIYYAH KHUSUS MUAMALAH Kajian Komprehensif Terhadap Kaidah Asal dan Cabang, Asal dan Pengganti, Kelanjutan dan Permulaan, serta Kaidah Syarat-Syarat

Authors

  • Fadilah Akbar Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan
  • Reza Syaputra Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan
  • Fadhilah Muhammad Anshori Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan
  • Muhammad Zhidan Al Fariza Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan
  • Lahmudinur Lahmudinur Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

DOI:

https://doi.org/10.61722/jaem.v3i3.11331

Keywords:

Kaidah Fiqhiyah, Muamalah, Asal dan Cabang, Asal dan Pengganti, Syarat Akad

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara komprehensif empat kaidah pokok kulliyyah khusus dalam bidang muamalah, yaitu: (1) kaidah asal dan cabang (al-ashl wa al-far’u), (2) kaidah asal dan pengganti (al-ashl wa al-badal), (3) kaidah kelanjutan dan permulaan (al-dawam wa al-ibtida’), serta (4) kaidah syarat-syarat (al-syuruth). Keempat kaidah ini merupakan landasan hukum yang sangat penting dalam mengatur berbagai bentuk transaksi dan hubungan hukum dalam Islam. Kaidah asal dan cabang menegaskan bahwa apabila suatu akad pokok gugur maka seluruh kewajiban turunannya ikut gugur. Kaidah asal dan pengganti memberikan mekanisme hukum berupa badal (pengganti) ketika kewajiban dalam wujud aslinya tidak dapat dilaksanakan. Kaidah kelanjutan dan permulaan membedakan perlakuan hukum antara tahap memulai suatu perbuatan dan tahap melanjutkannya, di mana terdapat kondisi yang dimaafkan pada salah satu tahap namun tidak pada tahap lainnya. Adapun kaidah syarat-syarat menegaskan kewajiban setiap muslim untuk memenuhi syarat-syarat yang telah disepakati dalam akad, selama tidak bertentangan dengan ketentuan syariat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka (library research) terhadap sumber-sumber primer kitab fiqh klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa keempat kaidah ini memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur’an dan Hadis, serta memiliki aplikasi yang luas dalam berbagai transaksi muamalah modern seperti jual beli, sewa-menyewa, asuransi syariah, pernikahan, dan kontrak pembiayaan syariah

References

Al-Burnu, Muhammad Sidqi bin Ahmad. Al-Wajiz fi Idah Qawa’id al-Fiqh al-Kulliyyah. Beirut: Mu’assasah al-Risalah, 1983.

Al-Jurjānī, ‘Alī bin Muhammad. Al-Ta’rīfāt. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1988.

Al-Nadwī, Ali Ahmad. Al-Qawā’id al-Fiqhiyyah: Mafhūmuhā, Nasy’atuhā, Taṭawwuruhā. Damaskus: Dār al-Qalam, 1994.

Al-Suyūṭī, Jalāl al-Dīn. Al-Asybāh wa al-Naẓāir fī Qawā’id wa Furū’ Fiqh al-Syāfi’iyyah. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1983.

Al-Syazalī, Hasan ‘Alī. Naẓariah al-Syarṭ fī al-Fiqh al-Islāmī. Dār al-Qunūz wa al-Ma’rifah, t.t.

Al-Zuḥailī, Wahbah. Al-Fiqh al-Islāmī wa Adillatuh. Damaskus: Dār al-Fikr, 1989. 11 Jilid.

Arfan, Abbas. Qa’idah-qa’idah Fiqh Muamalah dan Aplikasinya dalam Ekonomi Islam. Jakarta: DIKTIS Kemenag RI, 2012.

As-Subki, Imam Tajuddin Abd al-Wahhab., Al-Asybah Wa an-Nadza‟ir (Beirut: Darul Kutub al-Ilmiyyah, 1991)

Djamil, Fathurrahman. Penerapan Hukum Perjanjian dalam Transaksi di Lembaga Keuangan Syariah. Jakarta: Sinar Grafika, 2013.

Ibn Manẓūr, Jamāl al-Dīn. Lisān al-‘Arab. Beirut: Dār Ṣādir, 1990. 15 Jilid.

Lubis, Suhrawardi K., dan Farid Wajadi, Hukum Ekonomi Islam, (Jakarta: Sinar Grafika, 2012)

Downloads

Published

2026-06-27