Valuasi Kerugian Sosial-Ekonomi dan Ekologis Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
DOI:
https://doi.org/10.61722/jaem.v3i4.13039Keywords:
Kebakaran lahan gambut, Valuasi ekonomi, Total Economic Value (TEV), Foregone care, Restorasi gambut, Cost-Benefit AnalysisAbstract
Fenomena kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia, terutama yang terjadi di lahan gambut, telah menjadi masalah kronis yang memicu krisis lingkungan, kerugian ekonomi makro dan mikro, serta darurat kesehatan masyarakat lintas batas. Meskipun berbagai studi telah berupaya menaksir kerugian tersebut, literatur yang ada masih terfragmentasi, sering kali menggunakan metode valuasi yang tumpang tindih secara parsial, dan jarang mengintegrasikan masalah ketimpangan distribusi beban kesehatan ke dalam satu kerangka evaluasi komprehensif. Oleh karena itu, penelitian ini adalah kajian literatur sistematis (Systematic Literature Review) yang bertujuan untuk mengkonsolidasi berbagai estimasi kerugian dari beragam studi, mengomparasi metodologi valuasi ekonomi yang digunakan mulai dari Total Economic Value (TEV), Damage Cost Approach (DCA), hingga Cost of Illness (CoI) serta menelusuri implikasi kesehatan jangka pendek dan jangka panjang akibat paparan polusi kabut asap. Temuan dari berbagai literatur mengindikasikan bahwa beban kesehatan tidak didistribusikan secara merata, dengan populasi miskin dan masyarakat perdesaan menanggung dampak yang lebih parah secara proporsional akibat anomali foregone care. Secara agregat, Karhutla tidak hanya merugikan kapital ekologi tetapi juga menghancurkan kapital sumber daya manusia secara permanen. Analisis Biaya-Manfaat (Cost-Benefit Analysis) menegaskan bahwa biaya restorasi gambut dan praktik pembukaan lahan mekanis jauh lebih menguntungkan secara sosial ekonomi dibandingkan dengan pembiaran praktik tebas-bakar.
References
Anhar, I. P., Mardiana, R., & Sita, R. (2022). Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut terhadap Manusia dan Lingkungan Hidup (Studi Kasus: Desa Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau). Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (JSKPM), 6(1), 75-85.
Danywijaya, A. K., & Akbar, A. A. (2026). Literature Review: Analisis Komparatif Valuasi Ekonomi Kerusakan Lingkungan Pada Kebakaran Lahan Gambut Di Desa Mak Teduh Dan Kota Banjarbaru. JEPTEC: Journal of Environmental Policy and Technology, 3(1), 9-19.
Guyon, A., & Simorangkir, D. (2002). The Economics of Fire Use in Agriculture and Forestry - A preliminary Review for Indonesia. Project FireFight South East Asia.
Hein, L., Spadaro, J. V., Ostro, B., Hammer, M., Sumarga, E., Salmayenti, R., ... & Castañeda, J.-P. (2022). The health impacts of Indonesian peatland fires. Environmental Health, 21(1), 62.
Khalwani, K. M., Bahruni, & Syaufina, L. (2015). Nilai Kerugian dan Efektivitas Pencegahan Kebakaran Hutan Gambut (Studi Kasus di Taman Nasional Sebangau Provinsi Kalimantan Tengah). Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan, 2(3), 214-229.
Kiely, L., Spracklen, D. V., Wiedinmyer, C., Conibear, L., Reddington, C. L., Arnold, S. R., ... & Adrianto, H. A. (2020). Air quality and health impacts of vegetation and peat fires in Equatorial Asia during 2004–2015. Environmental Research Letters, 15(9), 094054.
Kiely, L., Spracklen, D. V., Arnold, S. R., Papargyropoulou, E., Conibear, L., Wiedinmyer, C., ... & Adrianto, H. A. (2021). Assessing costs of Indonesian fires and the benefits of restoring peatland. Nature Communications, 12, 7044.
Nugraha, R. P., Fauzi, A., & Ekayani, M. (2019). Analisis Kerugian Ekonomi pada Lahan Gambut di Kecamatan Pusako, dan Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. JAREE (Journal of Agriculture, Resource, and Environmental Economics), 2, 1-14.
Reddington, C. L., Conibear, L., Robinson, S., Knote, C., Arnold, S. R., & Spracklen, D. V. (2021). Air pollution from forest and vegetation fires in Southeast Asia disproportionately impacts the poor. GeoHealth, 5(8), e2021GH000418.
Rimbawan, G. A., & Nur, M. A. (2021). Nilai Kerugian Ekonomi Lingkungan Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut di Kota Banjarbaru. JIEP: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan, 4(1), 25-39.
Saharjo, B. H., & Waldi, R. D. (2019). Strategi Pengendalian Kebakaran Hutan di IUPHHK-HT PT Finnantara Intiga Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Silvikultur Tropika, 10(1), 7-14.
Sambodo, N. P., Pradhan, M., Sparrow, R., & van Doorslaer, E. (2024). When the smoke gets in your lungs: short-term effects of Indonesia's 2015 forest fires on health care use. Environmental Health, 23(1), 44.
Tacconi, L. (2016). Preventing fires and haze in Southeast Asia. Nature Climate Change, 6, 640-643.
Tan-Soo, J.-S., & Pattanayak, S. K. (2019). Seeking natural capital projects: Forest fires, haze, and early-life exposure in Indonesia. Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), 116(12), 5239-5245.
World Bank. (2016). The Cost of Fire: An Economic Analysis of Indonesia's 2015 Fire Crisis. https://olc.worldbank.org/content/cost-fire-economic-analysis-indonesia%E2%80%99s-2015-fire-crisis











