PENGALAMAN PELAKU USAHA HOME INDUSTRI SANDAL DI DESA WEDORO DALAM PLATFORM E-COMMERCE UNTUK PEMULIHAN EKONOMI PASCA PANDEMI

Authors

  • Shela Puji Agustin Universitas Negeri Surabaya
  • Nurul Hanifa Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.61722/jaem.v3i1.9402

Keywords:

e-commerce, home industri, pengalaman pelaku usaha, pemulihan ekonomi pasca pandemi, pemberdayaan digital

Abstract

Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan kanal distribusi konvensional home industri sandal di Desa Wedoro, memaksa pelaku usaha bertransformasi digital secara akseleratif. Penelitian ini bertujuan menggali pengalaman mendalam pelaku usaha dalam memanfaatkan platform e-commerce sebagai strategi pemulihan ekonomi pasca pandemi serta memaknai efektivitas penjualan offline dibandingkan online. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan tiga informan dipilih secara purposive, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan pasif, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkap tiga fase adaptasi: disrupsi kanal konvensional, eksperimen adopsi sporadis, dan stabilisasi dengan integrasi permanen e-commerce. Pelaku usaha memaknai efektivitas secara komplementer—online unggul dalam jangkauan pasar dan efisiensi transaksi, offline unggul dalam kemudahan operasional dan kepercayaan—sehingga mengadopsi strategi hybrid. Namun, keberhasilan ini berlangsung di atas pondasi rapuh karena minimnya dukungan sistemik; program desa digital kabupaten tidak menjangkau Wedoro, infrastruktur internet terbatas, dan pelatihan digital marketing dalam RPJMDes belum terealisasi. Kondisi ini menciptakan pemberdayaan semu, di mana pelaku usaha memiliki akses ke platform tetapi tidak memiliki kapabilitas strategis untuk optimasi. Penelitian ini merekomendasikan pendampingan teknis berkelanjutan, fasilitasi infrastruktur internet, dan pengembangan kapasitas melalui kolaborasi multi-stakeholder.

Author Biographies

Shela Puji Agustin, Universitas Negeri Surabaya

Fakutas Ekonomi dan Bisnis

Nurul Hanifa, Universitas Negeri Surabaya

Fakutas Ekonomi dan Bisnis

References

Ardiyanti. (2024). Pemanfaatan Marketplace E-Commerce untuk Pelaku UMKM Keripik Tahu Desa Gentong, Ngawi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming, 7(1), 184–192. https://doi.org/10.30591/japhb.v7i1.6112

Christensen. (1997). The Innovator’s Dilemma.

Creswell. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches.

Hernikawati. (2022). Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Palembang. 9–17.

Hidayat. (2021). Industri E-Commerce Raup Untung di Masa Pandemi. 02 Februari. https://www.beritasatu.com/ekonomi/727253/industri-e-commerce-raup-untung-di-masa-pandemi

Ibrahim, zukhri, R. (2021). PSEUDO EMPOWERMENT : TRACKING THE LEVEL OF COMMUNITY EMPOWERMENT IN THE ECOTOURISM AREAS DEVELOPMENT IN BANGKA ISLAND , INDONESIA. GeoJournal of Tourism and Geosites, 39(4), 1397–1405. https://doi.org/10.30892/gtg.394spl10-783

Iskandar, I. (2025). Peran Strategis Transformasi Digital dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM Tekstil Indonesia. 5(4), 498–506. https://doi.org/10.47065/jtear.v5i4.2089

Mubin. (2021). SDG’s Dalam Pemabangunan Ekonomi Pasca Pandemi. Jurnal Indonesia Sosial Sains, 2(3), 494. http://jiss.publikasiindonesia.id/

North, D. C. (1955). LOCATION THEORY AND REGIONAL ECONOMIC GROWTH.

Safa’atillah, H. (2023). An Analysis of the Study of Home Industry Business Feasibility. Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 7(3), 508–516. https://doi.org/10.36555/almana.v7i3.2219

Sari. (2021). GERAKAN BANGGA BUATAN INDONESIA : DUKUNGAN BAGI KEBANGKITAN UMKM LOKAL DI MASA PANDEMI COVID-19. Jurnal AKRAB JUARA, 6.

Setiawan, I. (2023). Sembilan desa di Sidoarjo jadi percontohan digitalisasi. ANTARA JATIM. https://jatim.antaranews.com/berita/718848/sembilan-desa-di-sidoarjo-jadi-percontohan-digitalisasi

Downloads

Published

2026-03-31